Kabupaten Sukamara memiliki potensi yang besar di bidang perikanan. Sungai Jelai menghasilkan berbagai ikan dan udang. Udang Galah (komoditas unggulan), ikan haruan (gabus), betok, toman, pipih (belida), betutu (bakut), lais, baung, betutu, tapah, kapar, seluang, kerandang, danikan, kelabau (ikan hara) adalah beberapa di antaranya. Ikan kelabau merupakan ikan konsumsi yang ditemukan di setengah kedalaman hingga dasar sungai-sungai kecil. Ikan ini bernilai jual lumayan baik yang dapat dijual dalam keadaan segar, atau diasinkan.

Gambar Ikan Kelabau

Kabupaten Sukamara juga memiliki potensi perikanan laut. Hal ini didukung oleh kondisi perairan di wilayah pesisir yang masih alami bagi beragam biota laut. Ekosistem terumbu karang yang masih alami dan ekosistem mangrovenya yang sehat, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan utama penangkapan ikan di Laut Jawa. Beberapa jenis ikan yang merupakan potensi laut Sukamara antara lain adalah  ikan pelagis, ikan demersal, ikan sandeng, ikan pari, rajungan, dan udang.

Gambar Ikan Pelagis

Ikan pelagis merupakan ikan yang memiliki kebiasaan berenang dekat permukaan perairan, berenang secara terus menerus dan cenderung beruaya atau tidak menetap di suatu area. Ikan pelagis dibagi menjadi ikan pelagis besar dan ikan pelagis kecil. Contoh ikan pelagis besar antara lain ikan tuna besar, ikan pedang/setuhuk, ikan tuna kecil dan jenis-jenis ikan cucut. Contoh ikan pelagis kecil antara lain: ikan selar, kembung, teri, layang, tembang, lemuru, dan ikan terbang. Ikan demersal umumnya berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan keberadaan ekosistem pesisir, antara lain ekosistem mangrove (habitat menetap dan habitat temporer/ruaya pasang surut), ekosistem padang lamun (habitat menetap dan habitat temporer/ruaya pasang surut), dan ekosistem terumbu karang. Contoh ikan demersal adalah ikan karang.

Ikan pari cukup mudah ditemui dan banyak peminat dari luar kota. Sayangnya potensi ini belum terkelola dengan maksimal, padahal potensinya sangat bagus untuk dikembangkan. Kulit ikan pari ini menjadi salah satu bahan spesial pembuat kerajinan seperti dompet, tas dan lain-lainnya. Harga jualnya pun cukup mahal sehingga kulit pari yang berkualitas juga dihargai cukup tinggi. Namun, Kabupaten Sukamara hanya menghasilkan sebatas kulit yang belum siap olah menjadi hasil kerajinan. Usaha pengolahan ikan pari sangat menguntungkan karena dari daging, kulit hingga tulang ikan ini bisa dijual. Apalagi permintaan cukup banyak dari luar Kalimantan sehingga harga antara tulang maupun kulit bisa didapat. Belum lagi jika daging diolah dan dijual untuk kebutuhan masyarakat.

Gambar Udang

Rajungan merupakan salah satu komoditas perikanan dengan nilai jual cukup tinggi. Komoditas rajungan adalah komoditas ekspor. Pasar ekspor yang cukup besar yaitu Amerika. Potensi rajungan di Kabupaten Sukamara masih masih besar dengan memperluas daerah penangkapan sampai kedalaman 20 – 30 m. Selain rajungan dan ikan pari juga terdapat potensi tambak udang bandeng seluas 13 ribu ha, dimana yang telah digarap baru 913 ha.

Berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara kawasan perikanan budidaya terletak di Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 247 ha.  Kegiatan budidaya perikanan yang berada di Kecamatan Jelai meliputi perikanan sungai (keramba), dan kolam. Usaha budidaya air tawar,  seperti  ikan  gabus,  nila,  dan  toman pada  umumnya belum berkembang dengan baik karena masih bersifat tradisional.

Selanjutnya kawasan perikanan tangkap berada di wilayah perairan kabupaten dan kawasan pengelolahan hasil perikanan terletak di Kecamatan Jelai, Kecamatan Sukamara dan Kecamatan Pantai Lunci, dengan luas ± 200 ha. Selain itu di Kabupaten Sukamara sudah ditetapkan kawasan peruntukan sarana prasarana pendukung perikanan yang terdapat di PPI Kuala Jelai dan PPI Pantai Lunci.

Pilot Projeck Budidaya Udang Vaname

Dinas Perikanan bekerjasama dengan pihak investor membuat pilot projeck budidaya udang vaname mulai di penghujung tahun 2019 ini memanfaatkan lahan kurang lebih 2 ha yang tidak produktif lagi untuk budidaya udang vaname hal ini berkorelasi dengan komitmen pemerintah daerah membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pemeliharaan selama 3 bulan dan pertumbuhan udang vaname yang mudah, cepat dan tahan terhadap penyakit, kegiatan dilaksanakan di Desa Sei. Pasir yg mana potensi tambak seluas 594 ha dan 350 ha yang tergarap untuk budidaya ikan bandeng yang mana pengelolaan tambak masih tradisional.

Pilot Projeck budidaya udang vaname menggunakan sistem semi intensif sebagai cara yang tepat dan efektif untuk media pembelajaran bagi pelaku usaha agar mahir serta menguasai usaha tersebut.

 

Tambak Udang Vaname

Gambar tambak Udang Vaname di Sungai Pasir

Gambar tambak Udang Vaname di Sungai Pasir

Gambar tambak Udang Vaname di Sungai Pasir

Gambar tambak Udang Vaname di Sungai Pasir

 

 

 

Peta Potensi Daerah Penangkapan Ikan Pelagis di Perairan Sukamara /
Map of Potential Pelagic Fishing Areas in Sukamara Waters

Peta Potensi Daerah Penangkapan Ikan Demersal di Perairan Sukamara /
Map of Potential Demersal Fishing Areas in Sukamara Waters

BUDIDAYA PERIKANAN

1 Lokasi/Location : Kecamatan Jelai dan Pantai Lunci/Jelai and Pantai Lunci Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 247 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ± Rp. 100.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker :  ± 10 Orang/± 10 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PERIKANAN TANGKAP

1 Lokasi/Location : Kecamatan Jelai dan Pantai Lunci/Jelai and Pantai Lunci Sub-District
2 Luas Area/Size of Area :  –
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ± Rp. 100.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker :  ± 10 Orang/± 10 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PENGOLAHAN IKAN ASIN

1 Lokasi/Location : Kecamatan Jelai, Sukamara dan Pantai Lunci/Jelai. Sukamara and Pantai Lunci Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : ± 200 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ± Rp. 500.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker :  ± 30 Orang/± 30 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PENGEMBANGAN SARANA PPI

1 Lokasi/Location : PPI Kuala Jelai dan PPI Pantai Lunci
2 Luas Area/Size of Area : ± 200 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ± Rp. 1.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker :  ± 50 Orang/± 50 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan