Komoditas perkebunan yang terdapat di Kabupaten Sukamara adalah karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, jambu mente, lada, dan kemiri. Komoditas perkebunan ini tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten
Sukamara dengan rincian:
a. Kecamatan Permata Kecubung dengan komoditas utama karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, lada, dan
kemiri.
b. Kecamatan Pantai Lunci dengan komoditas utama karet, kelapa kawit, kelapa, kopi, jambu mente, dan kemiri.
c. Kecamatan Sukamara dengan komoditas utama karet, kelapa kawit, kelapa, kopi, lada, dan kemiri.
d. Kecamatan Balai Riam dengan komoditas utama karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, lada, kakao, dan
kemiri.
e. Kecamatan Jelai dengan komoditas utama karet, kelapa, kopi, dan jambu mente.

Kawasan  Perkebunan  tersebar di Kecamatan Sukamara seluas  ± 16.641,5 ha, Kecamatan Balai Riam seluas ± 26.511,6 ha, Kecamatan Jelai seluas ± 728 ha, Kecamatan Pantai Lunci seluas ± 1.459 ha, Kecamatan  Permata Kecubung seluas  ±  5.728 ha. Jadi, jumlah total luasan perkebunan di Kabupaten Sukamara adalah ± 51.118,1 ha.Kelapa Sawit/Oil Palm

Kelapa sawit adalah komoditas perkebunan utama di Kabupaten Sukamara. Perkebunan sawit didominasi oleh 8 perusahaan perkebunan kelapa sawit  skala besar (7 PMDN dan 1 PMA).  Nilai investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sukamara yaitu Rp. 2.065.622.620.963,-.

Saat ini, penggunaan  areal perkebunan  kelapa  sawit di Kabupaten Sukamara menempati urutan pertama, yaitu sebesar 82,56% atau seluas 12.507 ha. Kecamatan yang paling memdominasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sukamara yaitu Kecamatan Sukamara dan Kecamatan Balai Riam.

Budidaya dan industri kelapa sawit memiliki peluang untuk dikembangkan karena potensi wilayah yang masih cukup besar di Kabupaten Sukamara. Pembangunan perkebunan kelapa sawit dan pabrik kepala sawit dapat memberikan manfaat nyata secara ekonomi, yang meliputi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli, dan pengembangan sentra-sentra ekonomi. Salah satu upaya untuk mencapai hal di atas adalah penerapan pola kemitraan antara investor dengan masyarakat melalui kerjasama pembangunan kebun plasma.

Karet/Rubber

Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan kedua  yang paling banyak diminati oleh  masyarakat Kabupaten Sukamara setelah kelapa sawit. Namun luasannya  tidak  terlalu besar jika dibandingkan dengan kebun kelapa sawit, yaitu hanya sekitar  6.035 ha.  Luas area perkebunan karet yang paling besar yaitu di Kecamatan Balai Riam dengan luas 2.082 ha dengan produksi sebesar 551 ton pada tahun 2017.

Diprediksi pada tahun 2020 produksi karet alam dunia akan mencapai 11,5 juta ton. Sekitar 70% alam dunia diperuntukkan bagi industri ban. Indonesia ditargetkan memasok 29% atau 3,3 juta ton karet kering. Kabupaten Sukamara dengan ketersediaan lahan yang luas diharapkan akan mengisi peluang pasar tersebut.

Lahan potensial untuk pengembangan tanaman karet  masih  cukup tinggi di Kecamatan Balai Riam, Kecamatan Permata Kecubung dan Kecamatan Sukamara.

Pemanfaatan tanaman karet tidak hanya sebatas pada lateks tetapi juga kayu karet. Salah satu produk lainnya yang dihasilkan adalah panel kayu yang digunakan untuk industri furnitur dan bahan bangunan.

Kelapa, Kopi dan Jambu Mente/Coconut, Coffee, and Cashew

Komoditas perkebunan kopi, kelapa dan jambu  mente banyak dikembangkan di Kawasan Agropolitan Jelai. Tanaman kelapa merupakan komoditas yang paling banyak sebarannya di kawasan pesisir  pantai.  Dengan  pengelolaan yang baik diharapkan produksi tanaman kopi, kelapa dan jambu mente akan terus meningkat dan menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sukamara.

Sampai dengan tahun 2017 area yang dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa yaitu 792 ha dengan produksi 170,08 ton dan pemanfaatan lahan untuk perkebunan kopi yaitu  5,5 ha dengan produksi 0,7 ton. Sedangkan potensi lahan perkebunan di Kawasan Agropolitan Jelai yaitu 141.684 ha. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa belum sampai 1% potensi area perkebunan di Kawasan Agropolitan Jelai yang dimanfaatkan, sehingga potensi investasi kelapa, kopi dan jambu mente di Kabupaten Sukamara khususnya wilayah Agropolitan Jelai sangat besar.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *